Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sejarah Sepak Bola Indonesia, Piala Dunia 1938 dan PSSI



FAIRPLAY.id - Sepak bola merupakan permainan dari dua tim yang masing-masing tim terdiri dari 11 orang pemain. Menurut beberapa sumber, sepak bola pertama kali ditemukan di negara China pada abad ke 2 sebelum Masehi.

Pada saat itu permainan sepak bola menggunakan bola yang dibuat dari kulit dan digiring menggunakan kaki. Kemudian sampai akhirnya pada tahun 1914 permainan sepak bola masuk ke Indonesia.

Pada saat itu Indonesia masih dijajah oleh Belanda. Setelah itu sejarah sepak bola Indonesia semakin berkembang seperti sekarang ini. Nah, berikut ini penjelasan sejarah perkembangan sepak bola di Indonesia sebelum dan setelah kemerdekaan.

Sejarah Sepak Bola Indonesia


Pada tahun 1914, di Indonesia resmi dilaksanakan ajang resmi permainan sepak bola yang pertama. Ini dilakukan untuk memperingati perayaan kolonial Belanda. Pemerintah Belanda menggelar kejuaraan sepak bola yang pada saat itu diikuti 4 tim perwakilan tiap kota besar.

Kejuaraan ini kemudian menjadi pemicu para pemuda Indonesia untuk berjuang melawan penjajah lewat sepak bola. Setelah itu berdirilah organisasi yang bernama Nederlandsch-Indische Voetbal Bond (NIVB) yang diwakilkan para pemuda dari 4 kota besar.

Federasi NIVB ini tercatat berdiri pada tanggal 20 Oktober 1919 yang sudah diakui oleh Pemerintah Belanda. Setelah itu NIVB langsung masuk keanggotaan federasi sepak bola dunia FIFA pada tanggal 15 April 1924, dan secara resmi bergabung pada tanggal 24 Mei 1924.

Sepak Bola Sebelum Kemerdekaan



Sejarah sepak bola sebelum kemerdekaan ini tidak berhenti sampai di situ saja. Jong atau perwakilan tiap daerah yang berkumpul di kemudian mendirikan bond-bond baru untuk mengakomodir para pencinta sepak bola di Indonesia.

Pemerintah Belanda terus mempersulit pergerakan bond-bond dalam beraktivitas, hal ini membuat para jong tiap daerah semakin marah dan melakukan perlawanan dengan menggalang kekuatan yang besar kemudian menekan pemerintah belanda supaya mengakomodir pribumi bisa menikmati permainan sepak bola.

Hal ini juga yang membuat jong-jong yang diinisiasi Soeratin Sosrosoegondo ikut dalam mendorong pergerakan Sumpah Pemuda, yang berhasil diwujudkan pada bulan Oktober 1928. Soeratin berperan penting dalam sejarah sepak bola di Indonesia.

Sepak bola di Indonesia sempat mengalami jalan yang berliku. Soeratin yang merupakan pelopor dalam melawan Belanda kesulitan melakukan aktivitas sejak Jepang masuk pada tahun 1940-an. Pada saat itu, Jepang mencium bahwa sepak bola ini bisa membahayakan penjajahan mereka.

Jepang tidak memberi kesempatan kepada para pemuda. Sampai akhirnya sepak bola Indonesia tidak tidak lagi berjalan sejak tanggal 8 Maret 1942. Soeratin selaku Ketua Kehormatan PSSI juga menghilang setelah melepas jabatannya, dikabarkan dia memilih pergi ke Bandung.

Terbentuknya PSSI


Soeratin aktif di organisasi kepemudaan, dia bertujuan menghimpun kekuatan pemuda untuk melawan kolonialisme lewat permainan sepak bola. Sampai akhirnya mereka mengamalkan keputusan yang telah disepakati bersama dalam pertemuan pemuda tanggal 28 Oktober.

Soeratin ini memimpin pergerakan bawah tanah para pemuda lewat bond-bond sepak bola. Puncaknya adalah ketika 7 bond menggelar pertemuan di Yogyakarta. Tujuh bond inilah yang kemudian menginisiasi terbentuknya PSSI (Persatuan Sepak Bola Indonesia).

Indonesia di Piala Dunia 1938



Perlu Anda ketahui, bahwa ternyata Indonesia ini pernah ikut dalam ajang Piala Dunia pada tahun 1938. Pada saat itu Indonesia menggunakan nama Dutch East Indies. PSSI ini membuka kerja sama dengan Nederlands Indische Voetbal Unie (NIVU) untuk menggelar beberapa turnamen sepak bola.

Selain itu, PSSI juga kembali membuat terobosan dalam sejarah sepak bola Indonesia. Yang mana mereka berhasil menggelar kompetisi otonom yang menjadi awal mula adanya liga profesional di Indonesia, kompetisi tersebut bernama Kompetisi Perserikatan.

Sepak Bola Setelah Kemerdekaan


Pada masa penjajahan Jepang, semua aktivitas masyarakat Indonesia sangat sulit. Bahkan pribumi dipaksa bekerja dengan sistem Romusha oleh Jepang. Namun api perjuangan yang dibangun lewat sepak bola tidak pernah padam.

Sampai akhirnya di tengah keterbatasan yang ada, ketua PP Muhammadiyah bersama dengan teman-temannya mendirikan organisasi yang bernama Kauman Voetbal Club (KVC). Aksi in kemudian mengingatkan orang-orang dengan sosok Soeratin yang telah menyuarakan perjuangan pemuda untuk merdeka.

Sampai akhirnya perjuangan mereka membuahkan hasil, yaitu ketika Sukarno memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Sejarah sepak bola Indonesia setelah kemerdekaan belum bisa kembali sepenuhnya. 

Baca juga: Mengenal Antonin Panenka dan Asal Usul Tendangan Panenka

Namun mulai dilakukan normalisasi dengan munculnya banyak organisasi baru seperti Gerakan Latihan Olahraga (Gelora), ada juga Persatuan Olahraga Republik Indonesia (PORI). Perjuangan para bon dalam sejarah sepak bola setelah kemerdekaan ternyata selesai, karena pada saat itu Belanda belum mengakui kemerdekaan negara Indonesia. Kemudian PPSI yang dipimpin Artono terus berjuang untuk diakui kembali di Indonesia oleh Belanda.

Sedangkan untuk Soeratin, dia berjuan di medan perang setelah namanya kembali terdengar pada tahun 1946. Bahkan di lapangan dia juga muncul dengan menggunakan seragam Tentara Keamanan Rakyat (TKR).

Demikianlah penjelasan tentang sejarah sepak bola Indonesia, semoga bisa membantu Anda memahami lebih jauh tentang perjuangan para pemuda sebelum kemerdekaan dan setelah kemerdekaan.



Kamu suka artikel di atas? Jika suka silakan klik bagikan pada artikel ini 

FairPlay.id- Situs Olahraga Terkini di Indonesia

Posting Komentar untuk "Sejarah Sepak Bola Indonesia, Piala Dunia 1938 dan PSSI"

Subscribe