Saturday, June 6, 2020

Wawancara Sismantoro soal Dugaan Pengaturan Skor PSS Sleman di Liga 2 2018



FAIRPLAY.id- PSS Sleman kembali diduga terlibat pengaturan skor di Liga 2 2018. Kabar ini muncul setelah Satgas Anti Mafia Bola memeriksa Vigit Waluyo di Mapolda Jatim, Kamis (24/1/2019).

Vigit Waluyo adalah sosok yang ditetapkan oleh Satgas Anti Mafia Bola sebagai tersangka pengaturan skor.

Vigit menjawab sejumlah pertanyaan, termasuk mengenai perhelatan Liga 2 musim lalu. Ia mengaku 'membantu' tiga klub Liga 2 untuk memastikan meraih kemenangan. Ketiga tim yang dimaksud adalah PSS Sleman, Kalteng Putra, dan PSMP Mojokerto.

Tentu kabar ini kurang enak didengar oleh para pecinta PSS Sleman. Pasalnya, mereka baru saja berbahagia setelah menanti 11 tahun untuk naik kasta.

Namun, beberapa waktu lalu, tim Super Elja sempat berkunjung ke rumah Sismantoro (manajer PSS Sleman di Liga 2 2018), Jl. Pakem Turi 1,5 KM, pada Selasa (15/1/2019).

Dalam kesempatan itu, Sismantoro menegaskan PSS Sleman tidak terlibat pengaturan skor. Dirinya yang sudah menjalani pemeriksaan Komdis PSSI sangat optimis Super Elang Jawa akan baik-baik saja.

Berikut wawancara yang dilakukan Tim Super Elja bersama Sismantoro terkait isu pengaturan skor beberapa waktu lalu tersebut.

1. Pak Sis, sebenarnya apa yang membuat Anda tidak lagi menjadi manajer PSS Sleman?

Sebenarnya begini, saya mau diangkat menjadi direksi. Tapi saya tidak mau. Jadi, mundurnya saya tidak ada hubungannya dengan pemberitaan media baru-baru ini soal pengaturan skor.

Saya sudah dipanggil Komdis, saya juga sudah bilang. Boleh lah saya diperiksa IT, apakah saya kenal dengan Hidayat (mantan Exco), komunikasi, dan sebagainya.

Kita enggak terlibat. Saya sudah menjamin. Apa pemain saya tidak pantas? Betul tidak. Pemain kami di atas rata-rata klub lain.

2. Jadi, apa saja yang bapak bicarakan ketika dipanggil Komdis PSSI?

Komdis menyampaikan, Vigit Waluyo itu orang pejudi gini-gini dari 2015. Tapi kenapa tidak dihukum dulu-dulu? Saya tanya begitu. Komdis PSSI bilang, susah Pak Sis karena tidak masuk sistem. Dia tidak orang klub.

Saya tanya, memang sepak bola itu bisa diatur po? Kalau iya, mending saya pakai pemain kampung yang dua jutaan, irit.

Karena saya orang buta yang baru masuk di dunia sepak bola. Saya butuh pemain yang bener-bener. Makanya saya putaran pertama banyak pemain yang saya buang karena sudah tidak sesuai dengan karakter.

Saya tidak mau pemain karena sudah dikontrak terus seenaknya sendiri.

3. Aman berarti ya, pak? PSS Sleman tidak terlibat pengaturan skor?

Katanya Hidayat sudah dipanggil, hla jawabnya gimana. Kalau ada orang Sleman tunjuk namanya. Siapa? tidak apa-apa.

Tapi kata Asep (Ketua Komdis PSSI), itu hanya orang yang mengaku dari Sleman.

Terus saya tanya Pak Asep, kalau sekarang itu pejudi. Pertanyaan saya Pak Asep, kalau tim saya tidak tahu menahu ada orang judi, disalahkan enggak? Terus dia jawab, ya tidak karena memang tidak tahu menahu.

Insya Allah aman, kalau ada yang terlibat mungkin sudah terbongkar lah.

Artikel telah terbit di SuperElja

Kamu suka artikel di atas? Jika suka silakan klik bagikan pada artikel ini 

FairPlay.id- Situs Olahraga Terkini di Indonesia



EmoticonEmoticon